Denial of Service Attacks (DoS)
Denial Of Service Attack adalah serangan yang paling sering digunakan daripada serangan yang lain, hal ini dikarenakan mudahnya untuk melakukannya, exploits-nya pun banyak ditemukan di internet. Siapapun bisa men-down kan sebuah website dengan hanya menggunakan simple command prompt.
Tujuan utama serangan ini adalah membuat suatu sistem crash & karena overload sehingga tidak bisa diakses atau mematikan service.
Serangan ini lebih efektif jika resource dimiliki Hacker lebih besar dari korban. Sebab percuma semisal saya melakukan flooding ke komputer Hanif yang RAM-nya 1G sedangkan RAM saya hanya 256M, bisa saya sendiri yang ngacir
.
Jika Anda ingin melindungi suatu jaringan dari serangan ini, pertama Anda harus tahu bagaimana serangan ini bekerja. Anda harus familiar dengan serangan dengan berbagai metode, variasi, dan rencana serangan yang digunakan oleh Hacker.
Beberapa klasifikasi serangan DoS :
1.Ping Flood
Serangan yang paling sederhana adalah Ping Flood Attack. Serangan ini menggunakan ICMP echo command, yang lebih dikenal dengan ping. Dalam penggunaan biasa, ping digunakan untuk mengecek koneksivitas antar 2 komputer. Pada Ping Flood Attack, servis ini disalah gunakan untuk membajiri komputer korban dengan paket ping.
root@77ROOSANDI:/home/arik# ping -fs 65507 192.168.0.1
PING 192.168.0.1 (192.168.0.1) 65507(65535) bytes of data.
..
— 192.168.0.1 ping statistics —
31867 packets transmitted, 31865 received, 0% packet loss, time 66662ms
rtt min/avg/max/mdev = 1.629/1.824/10.276/0.098 ms, ipg/ewma 2.091/1.840 ms
Bisa dilihat pada gambar diatas, 31865 paket telah terkirim ke komputer korban dengan waktu hanya 66662ms, bagi korban yang memiliki resource yang kecil akan agak terasa
.
Perintah -f adalah option untuk flood ping dan -s untuk menentukan banyak bytes paket ICMP yang dikirim, maksimal 65507 bytes yang bisa dikirim.
Serangan seperti ini tidak begitu berguna untuk menyerang Jaringan yang besar, tapi untuk koneksi peer to peer sangat terasa sekali. Jika kita menggunakan beberapa komputer untuk melakukan serangan ini, maka serangan ini masuk kategori Distributed Denial of Service (DDoS).
Cara paling mudah untuk membendung serangan ini adalah dengan memblok kiriman paket dari IP penyerang pada iptable yang terlihat karena belum dispoof (dipalsukan).
2.Smurf / Smurfing
Ketika melakukan smurfing, attacker memalsukan alamat IP nya supaya sama dengan IP korban. Hal ini akan membuat kebingungan yang luar biasa pada network korban, dan tentu saja networking device nya korban akan kebanjiran traffic yang luar biasa.
Read more…



Recent Comments