Beberapa hari lalu saya dapat kiriman sebuah sepeda balap, atau nama lain nya road bike dari seorang saudara yang baik hati. Langsung saja penampakannya sebagai berikut
Yups, sepeda Polygon Helios 100 lansiran 2010
. Seperti yang menjadi standar sepeda roadrace yang lain, sepeda ini memiliki ciri antara lain handlebar mirip tanduk domba, frame yang ramping dan tanpa shock, seatpost lebih tinggi daripada rata – rata handlebar membuat riding position membungkuk, dan yang paling mencolok yaitu ukuran rim berdiameter besar tetapi tire-nya tidak begitu lebar
. Secara kasat mata tampak seperti fixie, tapi versi non 4L4Y
. Untuk yang pengen tahu spesifikasi teknisnya bisa dilihat disana.
Dengan spesifikasi dan penampakan diatas, terlintas kekhawatiran awam apakah sepeda tersebut kuat dinaiki seorang pemuda dengan tinggi badan 179 cm dengan berat 73 Kg
. Tapi tenang saza, ternyata walaupun terlihat kurus bin krempeng, frame sepeda balap seperti ini biasanya memiliki material yang kuat tetapi ringan, dan setahu saya di polygon untuk material frame helios series sudah menggunakan material alumunium alloy ada juga yang menggunakan carbon fiber yang lebih kuat dan tambah ringan
.
Pada sektor kaki – kaki, ketebalan ban kurang lebih tidak sampai 5cm dan tidak bermotif alias gundul, wajar saja karena sepeda ini memang diperuntukkan untuk dikendarai lintasan road / jalan raya. Tetapi bagi saya bagian ini yang mengkhawatirkan, karena kalau tekanan ban tidak dijaga selalu maksimal/keras, bisa – bisa ban dan rim (velg) tidak awet , untuk itu ada inisiatif saya mengganti wheelset si heli dengan punya sepeda hybrid saja macam heist supaya lebih bandel dan menyiapkan pompa buat jaga – jaga selain karena kebetulan belum punya. Oleh karena itu, beberapa hari yang lalu saya mengunjungi rodalink Cilegon niat untuk beli pompa portable dan sekalian mengantarkan teman mencari helm sepeda
.
Saya menanyakan ke petugas toko seputar ide saya di atas, dan beberapa hal mengenai ban sepeda roadrace. Ternyata si heli sulit dimodif kakinya (memperbesar ukuran rim dan ban) karena desain dan ukuran fork depan belakang tidak cukup/mendukung
kalau mau mereka bisa modif si heli menjadi fixie dengan mencopot piranti brake-groupset jadi wheelset warna warni khas fici bisa masuk di fork
, langsung dah tak tolak lah
.
petugas rl : “Di Jakarta lebih lengkap parts yang disedikan buat RoadRace bike Mas
, disana kan ada tuh yang namanya CFD (car free day) dalam kota, plus jalan rayanya oke jadi lumayan populer, tapi disini (Cilegon) belum ada komunitasnya (
road bike alay) Mas !. Kalau MTB hardtail atau fixie buaaanyak, soalnya tau sendiri kan Mas, disini tuh Road-nya yang Pait“
dan akhirnya kami hanya membawa pulang pompa mini merk Zefal warna silver



kok repsol gan potonya
soalnya angle nya pas gan, gak punya kamera pula
kereeeeeeenn…
kiro2 lek sing numpaki nggawe rok, dengan tinggi badan 150cm, iso gak Jok? hahaha
tergantung berat badan e pet xixixixiixi
ehm, berat badan 50,5 kg
*membuka aib*